Critical reading

Critical reading is needed when you go over the postings in this blog. Blogger, probably, made some misinterpretation of the primary resources. Postings here can be your starting point to look at what are the primary resources you needed to go deeply in reading. I highly recommend you to do that. I am not intended to provide incorrect information. You are free to comment and critique all the postings in this blog. Thanks and happy reading.

Mar 16, 2008

MEMBACA TAJUK RENCANA

Tajuk rencana merupakan karangan utama atau karangan pokok dalam surat kabar, majalah, atau tabloid. Tajuk rencana membahas masalah atau informasi yang sedang hangat berkembang dalam masyarakat. Tujuan utama penulisan tajuk rencana adalah menyampaikan tulisan disertai dengan argumentasi dan logika yang jelas. Bahkan, untuk memperjelas pandangan penulis dalam tajuk rencana disertakan fakta pendukung.

Lyli Spencer menyatakan, “Tajuk rencana sebagai pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat, atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa, sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi.”

Unsur-unsur pokok dalam tajuk rencana adalah: PADAT, LOGIS, SINGKAT, MENARIK, BERTUJUAN MEMPENGARUHI PEMBACA.

Penulisan tajuk rencana dimaksudkan untuk:
Menjelaskan berita
Penulis tajuk rencana bebas memberikan interpretasinya untuk menjelaskan sesuatu berita kepada pembaca.
Mengisi latar belakang
Tajuk rencana diarahkan pada berita yang berkaitan dengan kenyataan-kenyataan sosial lainnya. Penulis tajuk rencana dapat melengkapi tulisannya dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.
Meramalkan masa depan
Penulis tajuk rencana mengemukakan analisisnya tentang akibat atau apa yang akan terjadi di masa depan atas suatu peristiwa.
Merumuskan suatu penilaian moral
Penulis tajuk rencana diharapkan dapat memberikan penilaian dan argumentasi atas penilaiannya. Penilaian yang diberikan didasarkan pada sikapnya terhadap suatu peristiwa.

Macam-macam tajuk rencana berdasarkan isinya: (1) Tajuk rencana yang memberikan informasi. (2) Tajuk rencana yang menjelaskan. (3) Tajuk rencana yang memberikan argumentasi. (4) Tajuk rencana yang menjuruskan timbulnya aksi. (5) Tajuk rencana yang bersifat jahat. (6) Tajuk rencana yang membujuk. (7) Tajuk rencana yang memuji. (8) Tajuk rencana yang menghibur

Penulisan tajuk rencana pada surat kabar ataupun majalah di Indonesia umumnya dilakukan oleh pemimpin redaksi. Sering juga ditunjuk seorang wartawan yang dipercaya oleh pemimpin redaksi. Surat kabar tertentu juga kadang memuat tajuk rencana dari surat kabar lain. Tajuk rencana ini disebut tajuk rencana tamu (quest editorial). Hal ini dilakukan bila tajuk rencana tersebut mendukung kebijaksanaan yang dipegang oleh surat kabar itu.

Tajuk rencana umumnya merupakan tulisan beropini dan merupakan kedalaman analisa. Untuk itu penulis tajuk rencana harus berwawasan luas dan mempunyai rujukan yang lengkap. Sikap bijaksana perlu dimiliki serta tidak mudah berprasangkah. Ia juga harus mampu membuat analisa yang logis dan mantap dalam mengemukakan argumentasinya dengan bahasa yang baik. Penulis tajuk rencana sedapat mungkin adalah wartawan yang sudah berpengalaman dalam menulis berita.

Arthur C. Johnson berpendapat, ”Pernyataan dalam tajuk rancana hanya dapat membentuk pendapat umum jika ia melayani kepentingan publik, tidak takut-takut, berani, tidak berprasangkah, dan bersistem. Tajuk rencana haruslah dilandaskan pada kebijaksanaan yang masuk akal dan berdasarkan pengalaman yang lama serta tidak bertujuan untuk menyerang.” Pandangan ini dapat dijadikan pegangan dalam menulis tajuk rencana, terutama penulis tajuk rencana untuk tetap berdasarkan kepada kebijaksanaan yang masuk akal, dan berdasarkan pengalaman yang lama, serta tidak dimaksudkan untuk menyerang dan memojokkan pihak tertentu.

3 comments:

Lusi Kwee said...

Hia-hia, gmn cara cepat membaca Jurnal yang berpuluh-puluh hlmn? Baca apanya aja?

Anonymous said...

sedikit ralat untuk tulisan inih. Jenis2 tajuk yg diberikan, poin no 5 itu bukan "jahat" tapi "jihad". jadi
5. tajuk rencana yg bersifat jihad.

ni gw yakin u jenis2 tajuk ngambil dr buku Haris Sumadiria. tapi kok ngutipnya fatal gitu yah. bisa salah tafsir dan persepsi kan.

ckckck... klo ngasih informasi d web ati2 mas, jgn menyesatkan org awam.

tq,

HERY YANTO,THE said...

Thank You for your critique.Tidak ada niat untuk menyesatkan. Walaupun jelak kan yang penting sudah berani menulis. Itulah gunanya blog, saling mengkritik dan mengupdate informasi. Jika ada yang salah diperbaiki sehingga pembaca menjadi sadar akan adanya kesalahan. Belajar dari kesalahan bukan dosa Mas/Mbak. Waktu kita belajar naik sepeda berapa kali kita jatuh. Waktu kita belajar berenang berapa kali kita hampir tenggelam. Dengan adanya orang lain kita bisa sukses belajar. Thank you atas pelajaran yang diberikan. Salam untuk Anonim. Lain kali tolong diberi nama supaya komunikasi menjadi lebih harmonis. Salam hormat untuk yang lebih pintar.